Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do Membuka Sosialisasi Human Trafficking di Paroki Raja Kevikepan Mbay

AL. Nagekeo
Minggu 5 November 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, Kevikepan Mbay dan Kawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) Kabupaten Nagekeo menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penempatan Kerja di Paroki St. Yosef Raja, Kevikepan Mbay Keuskupan Agung Ende. Sosialisasi ini diikuti oleh para pengurus Kelompok Umat Basis (KUB), Pengurus Lingkungan, Pengurus Stasi, Pasangan Muda Perwakilan KUB, Orang Muda Katolik (OMK) utusan stasi, OMK pusat paroki, dan para Kepala Desa, BPD dan Para Perangkat Desa.

Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penempatan Kerja dibuka oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do . Dalam sambutannya Bupati Don Bosco menjelaskan bahwa untuk mencegah terjadinya Tindak Pidana Perdangan Orang, khususnya di wilayah Kabupaten Nagekeo tentu perlu adannya pencegahan, dan salah satunya seperti Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diselenggarakan pada hari ini. Johanes Don Bosco Do mengajak umat Paroki Raja yang ingin bekerja di luar negeri agar melalui prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sehingga tidak menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Human Trafficking. Kedepannya, tambah Bupati Johanes Don Bosco Do. mulai hari ini kita akan melakukan pendataan mulai dari tingkat KUB dan RT, supaya Nagekeo bicara “Satu Data” Gereja bicara data yang sama, Pemerintah juga bicara data yang sama dan kawan PMI juga bicara data yang sama.
Sementara itu, Vikep Mbay RD. Asterius Lado, melalui Ketua Komisi Pastoral Migran Perantau RD. Wilhelmus Bertolomeus mengatakan, bahwa Hari ini pertama kali kita lakukan sosialisasi di 20 paroki se Kevikepan Mbay. RD Jois sapaan akrabnya, menambahkan, baik dan buruk keselamatan diri kita ditentukan kita sendiri. Sebagai Ketua Komisi ini, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati Nagekeo Bapak Johanes Don Bosco Do dan Bapak Kadis Nakertrans Kabupaten Nagekeo, yang sangat cepat menanggapi kegiatan sosialisasi ini. kegiatan ini adalah bagian dari 10 rekomendasi Rakernas Unio Indonesia beberapa waktu yang lalu di Mataloko.

Pembelaan tampa ada sekat bukan hanya orang Katolik saja, tapi yang kita bela adalah semua Manusia, kami tidak bisa kerja sendiri tapi kami butuh kerja sama kita semua, hari ini kita buktikan bahwa kita tidak sendiri tapi hari ini kita bersama sama bekerja memberantas tindak pidan perdangan orang, kita bersama sama membantu dan mengingatkan kepada saudara-saudari kita, bahwa kita tidak perna melarang siapapun mau bermigrasi tapi hari ini kita bersama sama menyampaikan kepada semua bahwa bermigrasilah dengan baik dan benar. tambah RD Jois.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber, yang pertama Irminus Deni, Ketua Kawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) Kabupaten Nagekeo yang membawakan materi tentang Bahaya Perdagangan Manusia pemateri kedua oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Nagekeo, Aurelius Assan, yang membawakan materi tentang Peraturan Penempatan Tenaga Kerja, Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN) dan pemateri ketiga RD. Wilhelmus Bertolomeus yang membawakan materi tentang Ajaran Sosial Gereja (ASG).
Ketua Kawan Pekerja migran Indonesia (Kawan PMI) Kabupaten Nagekeo Irminus Deni, ketika ditanya atalomba.com minggu 5 november 2023 di Aulah Paroki St. Yosep Raja mengatakan bahwa, dirinya bersama teman teman dari Nagekeo baru dikukuhkan di kupang pada tanggal 19 September 2023. setelah kembali dari kupang saya bersama teman teman bertemu dengan Romo Vikep Mbay, RD. Asterius Lado dan Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do. tampa kami sadari kedua orang pimpinan ini lansung merespon baik, sehingga menurut saya ini adalah respon yang paling cepat dan ini kali pertama buat saya, pihak Pemerintah dan Gereja duduk bersama, dan Bupati Nagekeo yang pertama merespon cepat tentang program kerja kawan PMI yang ada di NTT, ujarnya.

Setelah dilaksanakan pemaparan materi para peserta Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan penempatan kerja, diberikan kesempatan bertanya kepada narasumber yang ada dan dipandu oleh moderator Bapak Hilarius Kea Nene Sekretaris Kawan PMI Kabupaten Nagekeo.
RD. Wilhelmus Bertolomeus lansung memandu Rencana Tindak Lanjut setelah peserta selesai makan siang. dari rencana tindak lanjut (RKTL) menghasilkan Pembentukan 13 orang Kawan PMI Paroki st. Yosef Raja terdiri dari perwakilan masing masing KUB dan satu orang Suster KFS Komunitas Raja, tugas dan tanggung jawab Kawan PMI Paroki Raja melakukkan pendataan dan memberikan sosialisasi di masing-masing KUB, yang nanti kedepannya semua Kawan PMI akan bertemu dan melakukan evaluasi hasil kerjanya. (AL/ID)
