10 Anak Keo Tengah Kibarkan Kebanggaan di Labuan Bajo: 6 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu untuk Tunas Muda Nagekeo

Oleh Irminus Deni, Pemimpin Redaksi Atalomba.com
Labuan Bajo Atalomba.com – kota pariwisata yang kerap disebut pintu gerbang surga dunia, awal Agustus 2025 ini menjadi saksi bisu dari sebuah kisah kebanggaan yang tak hanya mengharukan, tapi juga menyala-nyala di dada setiap orang Keo Tengah. Di balik gemerlap hotel dan debur ombak, di sebuah arena olahraga yang riuh oleh teriakan dukungan, 10 anak Keo Tengah datang bukan sekadar bertanding. Mereka datang untuk membuktikan bahwa bakat, disiplin, dan doa mampu melahirkan prestasi yang tak ternilai.
Dari National Komodo Open 2025, tim Taekwondo Tunas Muda Kabupaten Nagekeo pulang membawa 10 medali: 6 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Tidak ada yang berangkat dengan sombong. Tidak ada yang kembali dengan tangan kosong. Semua atlet yang berlaga membawa pulang sesuatu, entah itu medali yang berkilau di dada, atau pengalaman dan keberanian yang akan mereka simpan seumur hidup.
Perjalanan Panjang dari April ke Agustus
Keberhasilan ini bukan hadiah instan. Empat bulan sebelum lomba, sejak April 2025, tim ini sudah memulai latihan intensif. Bukan hanya memukul udara atau sekadar melompat, tapi membangun fisik, mengasah teknik, menajamkan reaksi, dan yang paling penting menempa mental.
Manager tim, Krispinus Pili, bercerita dengan nada bergetar ketika mengenang prosesnya.
“Kami tidak hanya melatih mereka untuk menang. Kami melatih mereka untuk siap kalah tapi tidak menyerah, siap jatuh tapi bangkit lagi. Empat bulan ini penuh keringat, air mata, bahkan ada yang sempat cedera. Tapi mereka tidak pernah bilang berhenti.”
Didampingi Coach Eran Fazian dan Ofisial Frederikus, latihan demi latihan dijalani di tengah terik, hujan, dan jadwal sekolah yang padat. Para atlet ini masih anak-anak dan remaja, ada yang duduk di SD, SMP, hingga SMA — namun kedisiplinan mereka melebihi usianya.
Hasil yang Membanggakan
Medali Emas 🥇
-
Aqunia Putri Aghe – SMAN 1 Keo Tengah, under 52 kg junior
-
Tarsisis Viano Moni Oke – SDK Daja, under 20 kg prakadet B
-
Quinan Ajahra Sumbi – SDI Maunori, under 30 kg prakadet C
-
Gaudensia Shakira Wea – SDI Maunori, under 20 kg prakadet C
-
Novita Elisabet Noe – SDI Maunori, under 18 kg prakadet B
-
Yohana Fransiska Muwa – SMPKS Setiabudi Maunori, under 40 kg kadet
Medali Perak 🥈
-
Alexandro Aimar Devano – SDK Daja, under 18 kg prakadet B
-
Arqiles Abraham Waja – SDK Romba, under 28 kg prakadet B
Medali Perunggu 🥉
-
Fransisko Dacosta Rangga – SDI Maunori, under 26 kg prakadet C
-
Walburga Quin Nenu – SMPKS Kota Goa Boawae, under 51 kg kadet

Dukungan yang Tak Ternilai
Prestasi ini tak mungkin lahir tanpa dukungan yang begitu tulus dari banyak pihak. Di sela-sela wawancara, Krispinus Pili menyampaikan rasa terima kasihnya:
“Berkat dukungan, doa, harapan baik dari para orang tua, donatur, para senior, anak-anakku semuanya, keluarga besar TKDTM, juga keluarga besar Keo Tengah yang ada di Labuan Bajo, kita memperoleh hasil yang sangat memuaskan.”
Tak hanya orang tua dan pelatih, tetapi juga para mantan atlet yang memberikan motivasi, hingga donatur yang rela mengulurkan tangan demi menutup biaya keberangkatan dan kebutuhan tim.
Panggung Pertarungan di Labuan Bajo
Arena pertandingan National Komodo Open 2025 bukan hanya tempat memperebutkan medali. Bagi anak-anak Keo Tengah, itu adalah panggung ujian mental. Sorakan penonton, hentakan kaki di matras, peluit wasit, bahkan tatapan lawan, semua bercampur menjadi tekanan yang nyata.
Namun satu demi satu, mereka menunjukkan teknik tendangan, pukulan, dan gerakan bertahan yang matang. Ada air mata yang jatuh saat kalah tipis, ada pelukan haru saat meraih emas. Di luar arena, teman-teman satu tim selalu siap memberi semangat:
“Tidak apa-apa, yang penting sudah berjuang.”
Pesan untuk Pemerintah dan Sekolah
Meski hasilnya memuaskan, Krispinus Pili tetap punya pesan tajam untuk pemerintah daerah dan pihak sekolah:
“Kepedulian pemerintah dan pihak sekolah harus peka terhadap minat dan bakat peserta. Prestasi non-akademik seperti ini harus diberi ruang. Jangan tunggu anak-anak kita hilang semangat baru kita bergerak.”
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak mendaftar dan terlibat dalam olahraga, karena manfaatnya bukan hanya fisik tapi juga mental, disiplin, dan pergaulan sehat.
Pesan untuk Para Atlet
Bagi para atlet yang telah berprestasi, pesan manajer tim sederhana tapi penuh makna:
“Jangan sombong. Terus berlatih dan disiplin. Ini bukan akhir, tapi baru awal perjalanan kalian.”
Labuan Bajo, Tempat Sejarah Baru Ditulis
Bagi tim Tunas Muda Kabupaten Nagekeo, Labuan Bajo bukan hanya destinasi wisata. Kota ini kini menjadi bagian dari sejarah mereka. Di sinilah mereka membuktikan, bahwa anak-anak dari Maunori, Daja, Romba, dan Keo Tengah bisa bersaing dengan siapa pun, di panggung mana pun.
Sepuluh medali dari sepuluh atlet adalah simbol kerja keras, kebersamaan, dan tekad yang tak tergoyahkan. Dari desa kecil di Nagekeo, mereka datang dengan harapan. Dari Labuan Bajo, mereka pulang dengan cerita yang akan dikenang selamanya.
