Camat Keo Tengah Buka Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Witurombaua, Anton Ba’i Sampaikan Pesan Ibu Julie Laiskodat

Witurombaua, Keo Tengah Atalomba.com – Aula Desa Witurombaua, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, dipenuhi semangat persatuan pada Kamis (26/2/2026). Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar melalui aspirasi Ibu Julie Sutrisno Laiskodat anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem resmi dibuka oleh Camat Keo Tengah, Servasius Ndapa, S.IP.
Dalam sambutannya, Camat Servasius Ndapa menekankan bahwa penguatan nilai kebangsaan harus dimulai dari desa. Menurutnya, desa adalah fondasi negara. Jika masyarakat desa hidup rukun, menjunjung tinggi musyawarah, dan saling menghargai, maka keutuhan bangsa akan tetap terjaga.
“Empat pilar kebangsaan ini bukan sekadar materi sosialisasi. Ini pegangan hidup kita. Kita jaga persaudaraan, kita rawat kebersamaan, maka Indonesia akan tetap kokoh,” tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah persatuan.
Terima Kasih untuk Aspirasi Ibu Julie
Kepala Desa Witurombaua, Laurensius Paji, melalui Sekretaris Desa Zakarias Ndiwa, menyampaikan terima kasih kepada Ibu Julie Sutrisno Laiskodat atas dukungannya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana di desa Witurombaua.
“Kami berterima kasih atas perhatian Ibu Julie kepada masyarakat Witurombaua. Melalui aspirasinya, kami mendapat kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya.
Anton Ba’i Sampaikan Salam dan Pesan Kebangsaan
Sambutan mewakili Ibu Julie disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Anton Sukadame Wangge, yang akrab disapa Anton Ba’i. Dalam sambutannya, Anton Ba’i menyampaikan permohonan maaf karena Ibu Julie Laiskodat tidak dapat hadir secara langsung bersama masyarakat Witurombaua.
“Ibu Julie menitipkan salam hormat dan permohonan maaf karena belum bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Beliau sedang menjalankan tugas kenegaraan lainnya. Namun perhatian beliau kepada masyarakat Keo Tengah tetap besar,” ujar Anton Ba’i.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keutuhan bangsa. Anton Ba’i juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan pilihan politik maupun kepentingan sesaat.
“Perbedaan itu biasa, tapi persatuan harus tetap kita jaga. Jangan sampai karena hal-hal kecil, kita lupa bahwa kita ini satu bangsa,” pesannya.
Materi Disampaikan Secara Sederhana dan Mudah Dipahami
Materi sosialisasi dibawakan oleh akademisi Bapak Edgardus M. Mbeu Djawa, S.Fil., MM. Dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh konkret, ia menjelaskan makna empat dasar kehidupan berbangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sebenarnya sudah hidup dalam budaya desa seperti musyawarah, kerja bakti, dan solidaritas sosial.
“Pancasila itu bukan sesuatu yang jauh. Di desa kita sudah praktikkan lewat kebersamaan dan saling membantu,” jelasnya.
Pemuda dari Berbagai Desa Ikut Ambil Bagian
Kegiatan ini juga dihadiri para tokoh pemuda dari desa-desa dalam wilayah Kecamatan Keo Tengah. Kehadiran mereka membuat suasana diskusi semakin hidup. Para pemuda menyampaikan pandangan tentang tantangan generasi muda di era digital dan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan. Roy Ceme Perwakilan Pemuda dari Desa Ladolima Utara berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan agar anak muda semakin sadar akan perannya dalam menjaga persatuan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Keo Tengah, Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Nagekeo, Kapospol dan Babinsa Kecamatan Keo Tengah, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, Kepala Desa dan Ketua BPD Desa Witurombaua beserta anggota, para tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan masyarakat Desa Witurombaua yang sempat hadir.
Sosialisasi ini menjadi bukti bahwa dari desa kecil seperti Witurombaua, semangat menjaga persatuan Indonesia terus dirawat. Karena pada akhirnya, Indonesia yang kuat dimulai dari desa yang rukun dan sadar akan jati dirinya sebagai satu bangsa.
kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Witurombaua bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan jati diri sebagai bangsa yang satu. Dari aula sederhana di Desa Witurombaua kecamatan Keo Tengah, pesan persatuan, gotong royong, dan kebersamaan ditegaskan kembali. Harapannya, semangat yang tumbuh dalam kegiatan ini tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata masyarakat sehari-hari, karena Indonesia yang kuat selalu dimulai dari desa yang rukun dan sadar akan nilai-nilai kebangsaannya. (AL/Irminus Deni)
