OMK MAUNORI: DARI NGERA SAMPAI BENGGA, SATU SUARA UNTUK MBAY YOUTH DAY 2025

Maunori Atalomba.com – Di bawah naungan langit biru yang menyelimuti pesisir dan perbukitan, dari Ngera sampai Bengga, sebuah semangat baru sedang tumbuh. Semangat itu berakar di Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, di mana ratusan Orang Muda Katolik (OMK) bersatu, menanggalkan sekat, dan merajut mimpi bersama. Mimpi itu bernama Mbay Youth Day 2025 dan Maunori siap menjadi tuan rumah yang tak hanya menyambut tamu, tapi juga menyambut rahmat.
Dua Hari, Seribu Cerita
Kegiatan yang berlangsung 9–10 Agustus 2025 ini tak hanya sekadar agenda paroki, melainkan sebuah pernyataan sikap: OMK Maunori siap berdiri di garis depan pelayanan. Dengan tema “OMK Paroki Maunori, Peziarah Pengharapan”, seluruh rangkaian dirancang untuk membangun kekuatan rohani dan mempererat ikatan persaudaraan.
Kegiatan ini adalah bagian dari persiapan menuju puncak Mbay Youth Day yang akan digelar pada 3–7 September 2025. Di sinilah setiap tawa, peluh, dan doa yang lahir pada bulan Agustus menjadi modal besar untuk menyambut ribuan orang muda dari berbagai penjuru Kevikepan Mbay Keuskupan Agung Ende.

Ketua OMK Paroki Maunori, Kris Kese, berbicara dengan nada yang mantap namun penuh kehangatan:
“Ngara tau mae taku, ngara taku mae tau”
Slogan itu bukan sekadar hiasan spanduk. Ia lahir dari denyut kehidupan anak muda desa yang terbiasa bergotong-royong, saling menjaga, dan tak gentar menghadapi tantangan.
Doa di Bawah Salib OMK
Segala persiapan dimulai dengan langkah sederhana namun sakral, doa bersama di depan Salib OMK. Di sanalah mereka menyerahkan seluruh niat baik dan kerja keras ke dalam tangan Tuhan. Ada wajah-wajah muda yang bersinar meski peluh menetes. Ada tatapan serius yang menandakan kesiapan. Doa ini menjadi fondasi, mengingatkan bahwa Mbay Youth Day bukan hanya pesta kumpul-kumpul, tapi ziarah rohani yang membawa perubahan hati.
Fraternitas: Jiwa dari Persiapan
Setelah doa, berbagai kegiatan mengalir, dari diskusi santai hingga permainan kreatif. Tapi benang merahnya jelas: fraternitas, persaudaraan sejati. Tak peduli dari lingkungan mana, semua duduk bersama, makan di piring yang sama, dan tertawa dalam nada yang sama.
Dari 16 lingkungan dan 1 stasi se-Paroki Maunori, hadir sekitar 200 orang peserta. Angka ini bukan sekadar statistik, tapi simbol bahwa seluruh paroki bergerak sebagai satu tubuh. Bahkan, para senior yang dulu pernah aktif di OMK ikut hadir, memberikan dorongan semangat.
Ngera sampai Mbengga: Lebur Jadi Satu
Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah keterlibatan lintas wilayah. dari perbukitan Ngera hingga pesisir pantai Bengga semua bersatu. Tidak ada lagi “desa saya” atau “lingkungan kamu”, yang ada hanyalah “kita”. Di sinilah Mbay Youth Day menemukan maknanya, menjadi ruang di mana perbedaan bukan penghalang, melainkan kekayaan.

Tuan Rumah, Tuan Hati
Menjadi tuan rumah berarti menyiapkan tempat, logistik, dan jadwal acara. Tapi OMK Maunori tahu, menjadi tuan hati jauh lebih penting. Itu berarti menyambut dengan senyum tulus, mendengarkan dengan sabar, dan melayani tanpa pamrih. “Ini bukan tentang kami ingin dikenal hebat,” tambah Kris Kese.
Menuju September 2025
Perjalanan menuju 3–7 September 2025 sudah didepan mata. Tapi kalau dua hari ini adalah gambaran awal, maka kami yakin, OMK Maunori akan menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses di mata manusia, tapi juga di mata Tuhan. Dan ketika puncak Mbay Youth Day tiba, dari Ngera sampai Bengga, dari pantai hingga bukit, semua akan tahu, di Maunori, persaudaraan itu nyata, harapan itu hidup, dan pelayanan itu berdenyut. (AL/Irminus Deni)
