Ketika Kepedulian Menemukan Jalannya: Bantuan Ibu Julie Sutrisno Laiskodat untuk YAPERSUKNA

Mbay Nagekeo Atalomba.com – Di sebuah ruangan sederhana, dengan dinding yang menyimpan jejak usia dan salib tergantung tenang di tengahnya, sebuah peristiwa kecil berlangsung. Kecil dalam rupa, tetapi besar dalam makna. Tidak ada panggung megah, tidak pula sorotan kamera berlebihan. Yang ada hanyalah niat baik, kepercayaan, dan kepedulian yang akhirnya menemukan jalannya.
Hari itu, bantuan dana sebesar Rp20.000.000 dari Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ibu Julie Sutrisno Laiskodat, diserahkan kepada Yayasan Persekolahan Umat Katolik Nagekeo (YAPERSUKNA), sebuah lembaga yang selama puluhan tahun menjadi rumah besar pendidikan Katolik di Kabupaten Nagekeo.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua YAPERSUKNA, RD. Basilius Lewa, didampingi oleh Sekretaris Yayasan, Willibrordus Jawa, dan diserahkan oleh Sekretaris Partai NasDem Kabupaten Nagekeo, Petrus Nunu Ruto, sebagai perwakilan resmi pemberi bantuan.
Apa Itu YAPERSUKNA?
YAPERSUKNA bukan sekadar yayasan dalam pengertian administratif. Ia adalah tempat bernaung sekolah-sekolah Katolik di Kabupaten Nagekeo, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Di bawah naungan YAPERSUKNA, ribuan anak Nagekeo, dari kota hingga pelosok, dibentuk bukan hanya secara akademik, tetapi juga secara karakter, iman, dan nilai kemanusiaan. Sekolah-sekolah Katolik yang dikelola yayasan ini telah lama menjadi pilar penting dalam dunia pendidikan Nagekeo, terutama di wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh fasilitas pendidikan negara. Dengan kata lain, berbicara tentang YAPERSUKNA berarti berbicara tentang masa depan generasi Nagekeo.
Bantuan yang Menemukan Sasaran
Karena itulah, bantuan dari Ibu Julie Sutrisno Laiskodat tidak jatuh di ruang kosong. Ia menemukan sasaran yang tepat, lembaga yang memikul tanggung jawab besar dalam membina dan mengelola pendidikan Katolik lintas jenjang di daerah ini.
Dana tersebut akan menopang keberlanjutan karya pendidikan, mulai dari pemeliharaan fasilitas, dukungan operasional, hingga penguatan pelayanan pendidikan berbasis iman yang selama ini dijalankan dengan segala keterbatasan.
Permohonan Maaf dan Pesan Kepedulian
Dalam sambutannya, Petrus Nunu Ruto menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yayasan dan Gereja. Ia menegaskan bahwa seharusnya bantuan ini diserahkan langsung oleh Ibu Julie Sutrisno Laiskodat. Namun karena satu dan lain hal yang tidak memungkinkan, Ibu Julie mempercayakan dirinya untuk mewakili dan menyerahkan bantuan tersebut.
Permohonan maaf itu disampaikan dengan nada rendah hati, tanpa nuansa politik yang berlebihan. Intinya satu, niat baik tidak boleh tertunda, dan perhatian terhadap pendidikan harus tetap berjalan meski dalam keterbatasan kehadiran fisik.
Ucapan Terima Kasih dari Gereja
Sementara itu, RD. Basilius Lewa, selaku Ketua YAPERSUKNA, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Ibu Julie Sutrisno Laiskodat atas perhatian dan dukungan nyata terhadap dunia pendidikan Katolik di Nagekeo.
Ucapan terima kasih itu bukan sekadar formalitas. Ia lahir dari kesadaran bahwa mengelola sekolah-sekolah Katolik, dari TK hingga SMA, adalah tanggung jawab besar yang menuntut kolaborasi banyak pihak. Dukungan seperti ini menjadi tanda bahwa karya pendidikan Gereja tidak berjalan sendirian.
Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan sumber daya manusia, bantuan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang, bukan proyek sesaat.
YAPERSUKNA, dengan seluruh sekolah yang berada di bawah naungannya, terus berupaya menjaga kualitas pendidikan sekaligus nilai iman. Dan ketika ada tangan yang terulur untuk membantu, itu bukan hanya soal dana, melainkan juga pengakuan atas peran strategis Gereja dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat Nagekeo.
Di bawah salib yang tergantung tenang di dinding ruangan itu, bantuan diserahkan. Tanpa hiruk-pikuk. Tanpa janji berlebihan. Hanya komitmen sederhana, bahwa pendidikan anak-anak Nagekeo, dari TK hingga SMA, layak diperjuangkan bersama. Dan di sanalah YAPERSUKNA berdiri, sebagai rumah besar pendidikan Katolik, yang terus berjalan, meski perlahan, demi masa depan generasi Nagekeo. (AL/Irminus Deni)
