Anisius Panda Dora, S.Pd. Pimpin PGRI Nagekeo Lima Tahun ke Depan

Nagekeo Atalomba.com, 29 November 2025 — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Nagekeo kembali meneguhkan komitmennya sebagai organisasi profesi yang kokoh, bermartabat, dan terpercaya melalui penyelenggaraan Konferensi Kabupaten (Konkab) IV Masa Bakti 2020–2025. Acara ini berlangsung di Aula SDK Wolorae, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Sabtu (29/11), dengan menghadirkan jajaran pengurus cabang dan ranting PGRI se-Kabupaten Nagekeo.
Mengusung visi besar, “Terwujudnya PGRI Nagekeo sebagai Organisasi Profesi, Perjuangan dan Ketenagakerjaan Yang Kuat, Bermartabat, Unggul dan Terpercaya,” Konkab IV menjadi momentum penting untuk menilai kembali perjalanan organisasi selama lima tahun serta menetapkan nakhoda baru yang akan memimpin hingga 2030.
Dibuka Secara Virtual oleh PGRI Provinsi NTT
Kegiatan Konkab dibuka secara virtual oleh Ketua PGRI Provinsi NTT, Dr. Samuel Haning, S.H., M.H., C.Mc., didampingi Sekretaris Umum PGRI NTT Uly J. Riwu Kaho, S.P., M.Si. Walaupun dilakukan secara daring, aura kesungguhan dan profesionalitas tetap mengalir kuat dari forum yang dihadiri para pendidik dari berbagai wilayah Nagekeo tersebut.
Ketua PGRI Nagekeo, Winibaldus Soba, dalam sambutan pembukaan, menegaskan bahwa Konkab bukan sekadar agenda formal lima tahunan, tetapi momen untuk menata kembali arah perjuangan organisasi.
“Hari ini bukan sekadar memilih pengurus baru masa bakti 2025–2030, tetapi kita sedang menulis arah dan langkah menyulam kembali mimpi yang kadang koyak oleh waktu, tantangan, dan kenyataan,” ujar Winibaldus dengan suara yang tegas namun lembut.
Ia mengingatkan bahwa organisasi profesi ini tidak dibangun untuk mengejar nama, gelar, atau pujian.
“PGRI berdiri teguh untuk pengabdian dan pengorbanan. Ketika kita memilih, sesungguhnya kita sedang menentukan masa depan. Ingatlah, jabatan hanyalah ladang pengabdian, dan kepemimpinan adalah keberanian berjalan paling depan,” sambungnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta Konkab bertindak bukan hanya sebagai pemilih, tetapi penjaga api perjuangan yang memastikan PGRI Nagekeo terus bergerak dalam semangat solidaritas, keterbukaan, dan profesionalitas.
Rangkaian Pleno: Dari Menertibkan Tata Cara hingga Menyimak LPJ
Konferensi Kabupaten IV PGRI Nagekeo berlangsung dalam tiga pleno besar.
Pleno I: Penetapan Pimpinan Sidang dan Tatib
Rapat pertama berfokus pada penetapan pimpinan sidang, penyusunan tata tertib (tatib), serta penjadwalan sidang. Semua proses berlangsung tertib, mencerminkan kedewasaan organisasi dalam berdemokrasi.
Pleno II: Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus 2020–2025
Bagian ini menjadi momen evaluasi dan refleksi menyeluruh terhadap perjalanan lima tahun PGRI Nagekeo. Ketua menyampaikan gambaran umum dinamika organisasi dari tingkat kabupaten, cabang, hingga ranting. LPJ menegaskan bahwa PGRI sebagai organisasi berjenjang harus mampu menghadirkan solusi, perhatian, serta representasi bagi keprihatinan anggota.
Laporan tersebut menyebut bahwa kinerja organisasi dalam periode 2020–2025 masuk dalam kategori cukup baik, dengan beberapa capaian penting:
-
Struktur organisasi berjalan sesuai AD/ART.
-
Program kerja pengurus harian dan sekretaris bidang terlaksana dengan baik.
-
Sistem administrasi keanggotaan telah diperkuat secara bertahap.
Namun demikian, evaluasi juga mengungkap sejumlah kelemahan yang harus segera diperbaiki:
-
Loyalitas dan tingkat keterlibatan anggota masih rendah karena kesibukan pribadi dan tugas pokok masing-masing.
-
Manajemen waktu dan sistem internal organisasi perlu diperbaiki agar efektivitas kerja meningkat.
Pada aspek keuangan, peserta Konkab memberikan apresiasi karena LPJ keuangan dinilai sehat dan berbasis data. Namun beberapa catatan penting juga mengemuka, antara lain:
-
Soliditas anggota harus menjadi roh organisasi agar PGRI berdampak nyata bagi guru dan anak bangsa.
-
Tunggakan iuran tidak boleh mematikan semangat organisasi, melainkan menjadi pemicu untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang hak dan kewajiban.
-
Keanggotaan harus dibuktikan dengan NPA, dan PGRI Nagekeo diminta segera memfasilitasi kartu digital anggota secara sistemik.
-
PGRI harus menginisiasi lebih banyak kegiatan edukatif agar guru merasa betul-betul memperoleh pengalaman belajar dari organisasi profesinya.
Peserta sidang menyambut LPJ ini dengan penuh antusias. Musyawarah berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan kedewasaan demokrasi internal PGRI Nagekeo.
Pleno III: Pemilihan Pengurus Baru 2025–2030
Pleno ketiga menjadi puncak dari Konkab IV, yakni pemilihan pengurus PGRI Kabupaten Nagekeo masa bakti 2025–2030. Berdasarkan Keputusan Kongres XXIII PGRI Tahun 2024, pemilihan dilakukan melalui sistem voting. Hasil pemeriksaan panitia mandat menunjukkan:
-
Total suara: 34
-
Suara terpakai: 34
-
Suara tidak terpakai: 0
Dari hasil pemungutan suara tersebut, terpilihlah:
Ketua
-
Anisius Panda Dora, S.Pd. memperoleh 29 suara, jauh melampaui batas minimal dukungan dan menegaskan kepercayaan mayoritas peserta.
Wakil Ketua
-
Mathias Jawa Nuwa, S.Pd. — 16 suara
-
Maximilianus Jawa Dode, S.Pd. — 6 suara
-
Paskalis Juani, S.Pt. — 5 suara
Sekretariat
-
Jon Anderson Keo, S.Pd. — 25 suara
-
Marta Filomena Weke, S.Pd. — 5 suara
Suasana pemilihan berlangsung damai, demokratis, dan mengikuti tata tertib yang telah disepakati. Para pengurus terpilih menerima mandat sebagai formatur untuk menyusun struktur lengkap kepengurusan PGRI Nagekeo periode 2025–2030.
Sambutan Ketua Terpilih: “Kami Siap Berdiri untuk Pengabdian”
Ketua terpilih, Anisius Panda Dora, S.Pd., menyampaikan sambutan penutupan yang penuh rasa syukur dan komitmen. Didampingi para wakil ketua dan sekretaris terpilih, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh peserta Konkab.
“Kami menerima mandat ini bukan untuk nama, bukan pula untuk gelar, tetapi untuk pengabdian dan pengorbanan. Kami siap menjalankan amanah PGRI Nagekeo lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pengurus cabang dan ranting untuk bersama-sama membangun soliditas dan solidaritas organisasi.
“Perjuangan PGRI bukan perjuangan pengurus saja, tetapi perjuangan seluruh anggota. Kita melangkah bersama, saling mendukung, dan menjaga marwah profesi guru,” tambahnya.
Menatap Lima Tahun ke Depan
Dengan berakhirnya Konkab IV dan terpilihnya kepengurusan baru, PGRI Nagekeo memasuki babak baru dalam sejarah pengabdian organisasi. Tantangan profesi guru ke depan semakin kompleks, mulai dari digitalisasi pendidikan, peningkatan kompetensi, hingga pemenuhan hak-hak guru di daerah.
Namun, semangat yang tampak dalam Konkab IV menegaskan bahwa PGRI Nagekeo siap menghadapi tantangan tersebut dengan komitmen kuat, solidaritas yang kokoh, dan tekad untuk terus memberi kontribusi bagi pendidikan dan masa depan anak-anak Nagekeo.
Konkab IV bukan sekadar forum formal; ia menjadi ruang untuk menegaskan kembali jati diri PGRI sebagai organisasi yang berdiri bukan untuk pujian, tetapi untuk perjuangan. Dan para guru di Nagekeo membuktikan satu hal, bahwa mimpi yang pernah koyak dapat disulam kembali, asal ada kemauan, kebersamaan, dan keberanian untuk terus melangkah. (AL/Irminus Deni
