PMKRI Ende Gelar Pekan Orientasi Fungsionaris 2025 “Team Work” sebagai Nafas Perjuangan Kader

Ende, Atalomba.com
Langit sore di atas Kota Ende berwarna jingga keemasan ketika jarum jam menunjuk pukul 18.00 WITA, Minggu, 9 November 2025. Di Sekretariat PMKRI Cabang Ende St. Yohanes Don Bosco, suasana terasa berbeda, Gema suara mereka mengguncang udara senja yang tenang seolah menyapa jiwa perjuangan yang tak pernah padam. Pro Ecclesia et Patria!
Begitulah Pekan Orientasi Fungsionaris (POF) 2025, sebuah momentum penting dalam perjalanan kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan di tubuh PMKRI Cabang Ende. Kegiatan ini sederhana namun penuh makna, dihadiri oleh anggota, fungsionaris, dan pengurus.
Dalam suasana penuh keakraban itu, hadir pula Irminus Deni, jurnalis dan pemimpin redaksi Atalomba.com, yang diundang sebagai narasumber utama dengan topik “Team Work”. Kehadirannya disambut antusias oleh para peserta yang haus akan refleksi dan pembelajaran baru.
Kerja Tim Dari Slogan Menjadi Spirit
Dalam pemaparannya, Irminus Deni memulai dengan pertanyaan yang menggugah:
“Apa artinya menjadi fungsionaris, kalau kita tidak bisa bekerja bersama?”
Pertanyaan itu menggema di aula kecil sekretariat. Dengan gaya bicara yang tenang namun penuh bobot, Irminus menjelaskan bahwa organisasi seperti PMKRI bukan sekadar tempat berkumpul dan berdiskusi, melainkan ruang formasi, tempat manusia belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan kerja sama.
“Team work bukan hanya tentang membagi tugas. Ia tentang membagi hati. Tentang saling mempercayai, saling menopang, dan saling meneguhkan dalam satu semangat perjuangan. Dalam PMKRI, kita tidak berjuang untuk diri sendiri, tapi untuk Gereja dan Tanah Air,” ujar Irminus.
Ia kemudian mengaitkan semangat kerja tim ini dengan tema Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025, yang menekankan pentingnya sinodalitas, berjalan bersama sebagai umat Allah.
“SAGKI mengajak kita untuk walking together, berjalan bersama. Dalam konteks PMKRI, ini berarti tidak ada fungsionaris yang hebat sendirian. Kekuatan kita ada pada kebersamaan. Di sinilah sinodalitas bertemu dengan solidaritas,” tambahnya.
Menurutnya, team work adalah jiwa yang menghidupkan organisasi. Tanpanya, setiap struktur hanyalah nama kosong. Ia menegaskan, semangat sinodalitas dalam Gereja seharusnya menjadi napas juga dalam setiap kegiatan organisasi.
“Kalau Gereja saja diajak berjalan bersama, maka organisasi mahasiswa pun harus belajar hal yang sama. Kita perlu saling mendengarkan, saling memahami, dan berjalan dalam semangat kasih,” katanya dengan nada mantap.
Belajar dari Sinodalitas Gereja
Dalam sesi refleksi, Irminus Deni menjelaskan bahwa team work dalam organisasi seperti PMKRI sejatinya adalah latihan spiritual. Ia bukan sekadar soal teknis bekerja, tapi soal kemampuan mencintai pekerjaan bersama orang lain, termasuk mereka yang berbeda cara pandang dan karakter.
“Banyak organisasi tumbang bukan karena tidak punya ide, tapi karena tidak punya kesabaran untuk berjalan bersama. Ego sering jadi racun yang membunuh solidaritas. Padahal, dalam PMKRI, kita diajarkan untuk membangun dari cinta, bukan dari ambisi,” tegasnya.
Ia juga mengajak peserta untuk merefleksikan ulang arti tanggung jawab. Menjadi fungsionaris, kata Irminus, bukan soal mendapat posisi, tapi soal menyalakan api kecil di dalam diri yang mau melayani.
“Kalau kamu punya jabatan tapi tidak punya hati untuk melayani, jabatan itu hanya tanda nama kosong. Tapi kalau kamu punya hati untuk bekerja bersama, bahkan tanpa jabatan pun, kamu tetap fungsionaris sejati,” katanya sambil tersenyum.
Daniel Turot, Mari Belajar Bersama untuk Majukan Organisasi
Dalam wawancara dengan Atalomba.com, Ketua PMKRI Cabang Ende, Daniel Turot, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran narasumber.
“Terima kasih untuk Kak Denis atas materi yang sangat bermakna dalam kegiatan Pekan Orientasi Fungsionaris (POF) PMKRI Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco ini. Mari kita belajar bersama untuk memajukan organisasi,” ujar Daniel Turot dengan nada bersemangat.
Menurutnya, kegiatan POF merupakan momen penting untuk memperkuat kesadaran kader dalam menjalankan tanggung jawab yang diamanatkan organisasi.
“Semoga Pekan Orientasi Fungsionaris ini menjadi langkah awal dalam membentuk kader PMKRI yang bertanggung jawab atas amanah yang telah diberikan. Kita butuh generasi penerus yang bukan hanya aktif, tapi juga memiliki kesadaran spiritual, intelektual, dan sosial yang kuat,” lanjutnya.
Daniel menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk meneguhkan nilai-nilai dasar PMKRI , Intellectus, Caritas, et Actio kecerdasan, kasih, dan tindakan. Bagi dia, kader sejati bukan diukur dari seberapa sering berbicara di forum, tapi seberapa jauh mampu menghidupi nilai-nilai perjuangan.
“PMKRI adalah rumah belajar. Kita di sini untuk saling membentuk, saling menguatkan, dan saling mendewasakan. Kerja tim adalah dasar dari semua proses itu,” kata Daniel menutup wawancara.
Don Bosco dan Semangat Persaudaraan
Sebagai organisasi yang berada di bawah pelindung Santo Yohanes Don Bosco, PMKRI Cabang Ende menaruh perhatian besar pada pembinaan kaum muda. Don Bosco dikenal sebagai pendidik yang mengandalkan cinta kasih dan pendekatan persaudaraan dalam setiap karya pelayanan.
Nilai itulah yang dihidupi oleh para kader PMKRI Ende dalam POF 2025 ini. Mereka diajak untuk meneladani Don Bosco, bekerja dengan hati, mendidik dengan kasih, dan memimpin dengan teladan.
“Kalau Don Bosco bisa membentuk ribuan anak muda hanya dengan cinta dan kesabaran, kita pun bisa membangun organisasi ini dengan semangat yang sama,” ujar Irminus Deni dalam sesi tanya jawab.
Beberapa peserta tampak mencatat kalimat itu di buku catatan mereka. Bagi mereka, materi tentang kerja sama tim bukan sekadar teori, melainkan panggilan untuk menata ulang cara mereka berorganisasi.
Kota Ende dan Makna Kebersamaan
Kegiatan ini juga meneguhkan kembali makna keberadaan PMKRI di Kota Ende, kota sejarah yang melahirkan nilai-nilai Pancasila. Di tanah yang pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno ini, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi fondasi hidup masyarakat.
Irminus Deni dalam refleksinya menyebut bahwa semangat Bung Karno ketika merenungkan Pancasila di Ende adalah cerminan tertinggi dari kerja tim dan kebersamaan lintas perbedaan.
“Bayangkan kalau Bung Karno waktu itu berjalan sendiri tanpa sahabat seperjuangan. Mungkin kita tidak akan punya Pancasila hari ini. Sejarah bangsa ini dibangun oleh tim yang saling menopang. Begitu juga PMKRI, kita kuat karena kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, nilai gotong royong yang menjadi inti dari Pancasila harus dihidupi dalam tubuh PMKRI sebagai cara konkret menjadi kader Gereja dan bangsa yang sejati.
Refleksi di Bawah Cahaya Lampu
Menjelang pukul delapan malam, suasana aula semakin khusyuk. Lampu-lampu menyala hangat, menerangi wajah-wajah muda yang tengah merenungkan makna perjuangan bersama. Dalam sesi penutup, Irminus mengatakan satu hal kepada peserta POV.
“Jangan bekerja untuk PMKRI. Bekerjalah bersama PMKRI.”
Kalimat itu menjadi refleksi akhir malam itu. Para peserta menunduk dalam diam, merenungkan arti bekerja bersama dalam cinta dan tanggung jawab.
Dari Orientasi Menuju Dedikasi
Bagi PMKRI Cabang Ende, Pekan Orientasi Fungsionaris 2025 bukanlah akhir dari kegiatan, melainkan awal dari perjalanan panjang pelayanan. Di sinilah semangat team work mulai diuji bukan hanya di ruang diskusi, tetapi dalam kerja nyata, dalam konsistensi, dan dalam kesetiaan terhadap panggilan organisasi.
Ketua PMKRI Ende, Daniel Turot, dalam pesan penutupnya menegaskan kembali:
“Kita tidak sedang membentuk pemimpin untuk organisasi, tetapi membentuk manusia yang siap melayani. Kerja sama tim adalah dasar dari semua pelayanan itu.”
Setelah semua sesi selesai, para kader masih bertahan sejenak di halaman sekretariat. Mereka berbincang ringan, tertawa, dan saling menyapa. Di wajah mereka terpancar keyakinan baru, bahwa menjadi kader PMKRI berarti siap berjalan bersama, saling menopang, dan tidak pernah berhenti belajar.
Menyalakan Nyala dari Ende
Pekan Orientasi Fungsionaris (POF) 2025 di Cabang Ende menutup harinya dengan semangat baru semangat yang sederhana tapi mendalam, kerja sama tim adalah panggilan, bukan pilihan. Di bawah langit malam Kota Ende, suara doa terakhir menggema lembut. “Ya Tuhan, jadikan kami satu hati dan satu langkah dalam melayani.”
🟠 Reporter: Tim Atalomba.com
🟠 Editor: Redaksi Atalomba.com
🟠 Narasumber: Irminus Deni, Daniel Turot
🟠 Foto: Dokumentasi PMKRI Cabang Ende
