Gratis Belajar, Penuh Harapan: Nusa Academy Bangun Masa Depan Anak Desa NTT

Oleh Irminus Deni, Pemimpin Redaksi Atalomba.com
Jakarta, Atalomba.com — Dua tahun hampir berlalu, dan di sebuah sudut ibu kota, dua gadis muda asal Nusa Tenggara Timur tengah menata masa depan mereka dengan cara yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Mereka bukan hanya merantau untuk bekerja, tetapi juga belajar, menabung, dan merancang kehidupan yang jauh lebih baik daripada sekadar “bertahan hidup” di kota besar.
Semua ini terjadi di bawah naungan Nusa Academy, sebuah lembaga pelatihan teknologi dan digital marketing yang sejak 2021 berdiri dengan misi mulia, mengubah nasib anak-anak muda, santri, anak yatim, dan mereka yang datang dari daerah terpinggirkan. Sejak awal, Nusa Academy percaya bahwa ilmu digital marketing, teknologi, dan komputer bukan hanya keterampilan, tetapi senjata untuk bertahan dan berkembang di era industri 4.0.
Bekerja sama dengan Yayasan Bina Talenta Nusantara, Nusa Academy telah menggelar berbagai pelatihan mulai dari Jakarta hingga Jawa Timur. Pesertanya datang dari berbagai latar belakang santri, anak yatim, pemuda desa semuanya membawa harapan yang sama, keluar dari lingkar kemiskinan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Elisabet Delanti Sombo: Dari Ropa ke Jakarta, dari Nol ke Dunia Digital
Elisabet Delanti Sombo, gadis asal Ropa, Maurole, Kabupaten Ende, Flores, adalah satu di antara mereka. Tahun 2024 menjadi titik balik hidupnya. Lulus dari SMK Negeri 2 Ende, ia memutuskan untuk mencoba peruntungan di Jakarta dengan bergabung ke Nusa Academy.
Ketika ditemui Atalomba.com di sebuah ruang belajar sederhana di Jakarta, Delanti tengah memegang laptop hitam yang menjadi “senjata” utamanya. Jemarinya menari di atas keyboard, membuka halaman toko online yang ia kelola. “Saya belajar digital marketing dan komputer. Sekarang saya sudah bisa jualan online,” ujarnya sambil tersenyum tipis, seakan mengingat perjalanan panjang yang telah ia lalui.
Yang membuat ceritanya berbeda adalah bahwa semua fasilitas di Nusa Academy diberikan gratis termasuk tempat tinggal, pelatihan, bahkan sebuah laptop untuk belajar. “Kami belajar sambil bekerja. Setiap hari Sabtu wajib ikut kelas. Selain itu kami juga dapat uang,” tambahnya.
Dua tahun belajar dan bekerja membuat Delanti bukan hanya terampil, tetapi juga punya bekal tabungan. Mimpinya kini semakin jelas, kuliah jurusan pariwisata di Bali. “Saya mau pulang dan melanjutkan kuliah.,” katanya dengan tatapan penuh keyakinan.
Vianelda Naben: Dari Kupang, Bertemu Peluang Hidup Baru
Kisah serupa juga datang dari Vianelda Naben, atau akrab disapa Ela. Awalnya, ia bekerja di Kupang dan tak pernah membayangkan akan merantau ke Jakarta. Takdir membawanya bertemu dengan Maria Magdalena, yang saat itu menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan. “Saya diajak ke Jakarta, lalu diberi pelatihan sampai sekarang,” ujarnya saat ditemui Atalomba.com di sela-sela kegiatannya.
Kini, Ela mengaku sudah mahir mengoperasikan komputer, mengelola penjualan online, dan bahkan mengatur penghasilannya sendiri. “Kami rata-rata sudah punya penghasilan. Kami kerja, sambil menabung untuk masa depan,” tuturnya.
Nusa Academy: Jembatan untuk Mereka yang Hampir Tak Punya Pilihan
Sejak berdiri, Nusa Academy telah menjadi rumah kedua bagi banyak anak muda dari NTT dan daerah lain yang datang tanpa bekal besar. Di sini, mereka mendapatkan keterampilan, tempat tinggal, bahkan penghasilan. Semua diberikan tanpa biaya, dengan harapan suatu hari mereka bisa kembali ke daerah asal untuk membantu UMKM, petani, dan nelayan memasarkan produk mereka.
Di tengah kerasnya Jakarta, kisah seperti Delanti dan Ela adalah pengingat bahwa kesempatan bila diberikan dengan tulus dapat mengubah hidup seseorang secara total. Mereka datang dengan tas ransel berisi pakaian seadanya, kini pulang dengan laptop, tabungan, dan masa depan yang mereka rancang sendiri.
“Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Saya bersyukur ada yang mau membantu kami tanpa pamrih,” kata Delanti, sambil menatap layar laptop dengan penuh semangat, seakan masa depannya ada di antara baris kode dan katalog produk yang ia susun.
