Takjil Ramadhan dari Polres Nagekeo

Nagekeo NTT Atalomba.com – Langit Danga perlahan berubah jingga. Jarum jam menunjuk pukul 17.00 Wita. Di depan Mako Polsek Aesesa, di ruas Jalan Piet A. Tallo, kendaraan masih lalu-lalang, mesin meraung kecil, sebagian pengendara memperlambat laju.
Di tengah suasana itu, pemandangan berbeda terlihat. Seragam-seragam cokelat berdiri bukan untuk razia, bukan pula untuk penindakan. Mereka berdiri sambil menggenggam plastik takjil, menyodorkannya dengan senyum.
Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026, jajaran Polres Nagekeo menggelar pembagian takjil kepada masyarakat, Jumat (27/02/2026). Kegiatan berlangsung di depan Mako Polsek Aesesa, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa.
Kegiatan ini dipimpin langsung Wakapolres Nagekeo, Made Mudana, didampingi Kabag SDM Imanuel Lado serta melibatkan sejumlah personel Polres. Hadir pula Komunitas Ojol Kabupaten Nagekeo dan tokoh agama Islam yang bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Hangat di Tengah Deru Kendaraan
Satu per satu pengendara motor menerima takjil. Ada yang tersenyum, ada yang mengangguk hormat. Beberapa pengemudi ojek online tampak berhenti sejenak, membuka helm, dan berbincang ringan dengan aparat.
Tak ada sirene. Tak ada garis polisi. Hanya sapaan ramah dan ucapan, “Selamat menunaikan ibadah puasa.” Bagi umat Muslim, takjil bukan sekadar makanan pembuka. Ia simbol kebersamaan, penguat rasa syukur, dan pengikat solidaritas. Di bulan yang identik dengan kesabaran itu, berbagi menjadi bahasa yang paling mudah dipahami semua orang.
Kapolres Nagekeo, Rachmat Muchamad Salihi, melalui Wakapolres KOMPOL Made Mudana menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Momentum menyambut Bulan Suci Ramadhan ini kami jadikan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kepedulian sosial. Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Made Mudana.
Lebih dari Sekadar Takjil
Di balik bungkusan sederhana itu, terselip pesan yang lebih besar. Bahwa keamanan tidak selalu dibangun dengan tindakan tegas semata, tetapi juga dengan sentuhan kemanusiaan.
Ramadhan sering disebut sebagai bulan penuh berkah. Namun berkah tidak turun begitu saja. Ia lahir dari niat baik, dari tangan yang rela memberi, dan dari hati yang terbuka untuk sesama.
Kehadiran komunitas ojol dan tokoh agama Islam dalam kegiatan ini menjadi simbol bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat. Ia adalah kerja bersama. Gotong royong dalam arti yang paling sederhana, berbagi, tersenyum, dan saling mendoakan.
Menjaga Nagekeo Tetap Kondusif
Polres Nagekeo berharap kegiatan ini dapat memperkuat hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama bulan Ramadhan.
Karena Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Ia juga tentang menahan emosi, menjaga lisan, serta memperbanyak kebaikan.
Kegiatan pembagian takjil berakhir pada pukul 17.30 Wita dalam keadaan aman dan tertib. Namun kesan yang ditinggalkan tak berhenti di situ.
Di tengah hiruk-pikuk jalan dan padatnya aktivitas menjelang berbuka, sore itu Danga sejenak terasa lebih hangat. Seragam cokelat yang biasanya identik dengan ketegasan, kali ini menjadi simbol kepedulian. Dan di bawah langit senja Nagekeo, Ramadhan datang bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk saling mendekatkan hati. (AL/Irminus Deni)
