Elias Cima: “Koperasi Kredit Primer Tak Berubah Akan Tersingkir”

Ende, Atalomba.com — Dari Aula Hotel Flores Mandiri, Ende, selama dua hari, 16–17 Januari 2026, gerakan koperasi kredit di Flores dipanggil untuk bercermin secara jujur. Rapat Anggota Khusus (RAK) Tahun Buku 2025 Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri tidak hadir sebagai forum seremonial biasa, melainkan sebagai ruang evaluasi keras atas masa depan koperasi kredit di Flores.
RAK ini dihadiri oleh koperasi-koperasi kredit primer di bawah naungan Puskopdit Flores Mandiri sebagai anggota khusus. Secara struktural, ini adalah rapat organisasi. Namun secara substansi, RAK ini menjelma menjadi sidang akal sehat gerakan koperasi, apakah koperasi berani beradaptasi dengan perubahan zaman, atau memilih bertahan dengan cara lama sambil menunggu waktu tersingkir.
Ketua Puskopdit Flores Mandiri, Elias Cima, sejak awal menegaskan bahwa RAK Tahun Buku 2025 bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memperkokoh komitmen nyata dalam bekerja.
“RAK tahun ini kita memperkokoh komitmen aksi dengan mengangkat tema besar. Meningkatkan Produktivitas Kerja, dengan Menerapkan Standar Kinerja Manajemen Koperasi Kredit,” kata Elias kepada Atalomba.com.
Kalimat itu terdengar teknis. Namun jika ditarik ke realitas lapangan, maknanya sangat sederhana, koperasi tidak boleh lagi dikelola asal jalan.
Standar Kinerja. Dari Jargon ke Kewajiban
Selama ini, istilah standar kinerja kerap berhenti sebagai hiasan di spanduk dan laporan. Banyak koperasi rajin rapat, tetapi malas berubah. Aset tumbuh, tetapi tata kelola tertatih. Struktur organisasi lengkap, tetapi fungsi sering tumpul. RAK – TB. 2025 ini menjadi alarm kolektif.
Elias Cima menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi tahun penerapan nyata standar kinerja manajemen koperasi kredit bagi seluruh koperasi primer di bawah naungan Puskopdit Flores Mandiri.
“Pada tahun 2026, koperasi primer diharapkan menerapkan standar kinerja dan menjadi koperasi ideal sesuai dengan regulasi dan aturan yang selalu berubah,” ujarnya.
Menurut Elias, dunia koperasi tidak lagi hidup di ruang nyaman. Regulasi semakin ketat, tuntutan transparansi semakin tinggi, dan anggota koperasi semakin kritis. Koperasi yang lamban berbenah akan tertinggal oleh lembaga keuangan lain yang bergerak cepat dan profesional.

Zaman Tidak Menunggu Koperasi yang Ragu-ragu
Anggota koperasi hari ini tidak cukup diyakinkan dengan narasi solidaritas semata. Mereka bertanya tentang keamanan simpanan, kualitas pelayanan, akuntabilitas pengurus, dan kesehatan lembaga. Ketika koperasi gagal menjawab, anggota tidak ribut, mereka pergi diam-diam. Dalam konteks inilah Elias Cima melontarkan pernyataan paling keras sepanjang RAK.
“Koperasi-koperasi primer di bawah naungan Puskopdit Flores Mandiri harus siap menghadapi perkembangan saat ini. Kalau tidak, hanya ada dua pilihan, berubah atau punah.”
Tidak ada pilihan ketiga. Tidak ada ruang kompromi. Dalam ekosistem keuangan modern, koperasi yang menolak berubah sejatinya sedang memilih tersingkir secara perlahan.
RAK. Evaluasi Nyata atau Sekadar Ritual?
Selama dua hari pelaksanaan di Ende, RAK ini menjadi ruang evaluasi kinerja Puskopdit dan koperasi primer. Laporan dipaparkan, capaian diuji, kelemahan disadari. Setidaknya, satu kesepahaman mulai menguat, koperasi tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama sambil berharap keadaan membaik dengan sendirinya.
Puskopdit Flores Mandiri menegaskan perannya bukan sekadar lembaga payung administratif, tetapi penjaga standar, disiplin, dan arah gerakan koperasi kredit di Flores. Namun, catatan kritis Atalomba.com tetap perlu disampaikan, RAK yang jujur tidak otomatis melahirkan perubahan. Perubahan hanya lahir jika koperasi benar-benar bekerja berbeda setelah forum ditutup. Sejarah koperasi terlalu sering dipenuhi rapat megah, tetapi miskin implementasi.
Profesional, Tetapi Tetap Berjiwa Koperasi
Di tengah dorongan kuat terhadap standar dan regulasi, Elias Cima mengingatkan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga keuangan yang berbadan hukum koperasi.
“Standar kinerja harus berjalan seiring dengan nilai-nilai koperasi. Profesional, tetapi tetap manusiawi. Taat aturan, tetapi tidak kehilangan keberpihakan pada anggota,” tegasnya.
Pesan ini penting. Profesionalisme tanpa nilai akan melahirkan koperasi dingin dan berjarak. Sebaliknya, idealisme tanpa standar hanya akan menciptakan koperasi yang baik hati tetapi rapuh.
Sambutan Penutup. Garis Batas yang Tidak Bisa Ditawar
Dalam sambutan penutup RAK, Elias Cima menurunkan nada reflektif dan menaikkan nada ketegasan. Ia menegaskan bahwa Puskopdit Flores Mandiri tidak akan terus menoleransi koperasi primer yang menolak berbenah.
“Koperasi kredit primer di bawah naungan Puskopdit Flores Mandiri yang tidak mau berubah akan tersingkir. Kita tidak bisa mempertahankan koperasi yang tidak mau mengikuti standar kinerja dan regulasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Elias menyampaikan pernyataan yang paling dingin sekaligus menentukan.
“Kalau tidak mau berubah, kami tinggal menunggu dan mengirim surat pemberitahuan.”
Kalimat “surat pemberitahuan” terdengar administratif, tetapi maknanya sangat serius, era kompromi telah selesai. Puskopdit Flores Mandiri memilih menjaga kualitas dan kredibilitas gerakan koperasi daripada mempertahankan jumlah lembaga yang tidak siap berubah.
Catatan Akhir Atalomba.com
RAK Tahun Buku 2025 Puskopdit Flores Mandiri di Ende bukan sekadar rapat tahunan. Ia adalah deklarasi sikap. Bahwa koperasi kredit di Flores tidak lagi punya kemewahan untuk berjalan lambat, ragu-ragu, dan setengah hati.
Kini bola sepenuhnya berada di kaki koperasi primer. Apakah peringatan “berubah atau tersingkir” akan diterjemahkan menjadi kerja nyata, atau hanya menjadi kutipan pidato yang rapi di notulen? Flores tidak kekurangan koperasi. Yang masih langka adalah koperasi yang disiplin, profesional, jujur, dan berani meninggalkan kebiasaan lama. Dan sejarah, seperti biasa, tidak pernah ramah pada mereka yang tahu harus berubah, tetapi memilih menunda. (AL/Irminus Deni)
