RAK PUSKOPDIT FLORES MANDIRI: DARI ENDE, GERAKAN DIBERHADAPKAN PADA PILIHAN. “BERUBAH ATAU PUNAH”

ENDE, ATALOMBA.COM – Dari Ende, gerakan koperasi kredit Flores bagian tengah berhenti sejenak, bukan untuk beristirahat, tetapi untuk bercermin. Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri menggelar Rapat Anggota Khusus (RAK) Tahun Buku 2025 selama dua hari, 17–18 Januari 2026, di Aula Hotel Flores Mandiri, Kota Ende. Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis bagi 37 koperasi kredit primer yang tersebar di Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo.
Dari total 37 koperasi primer tersebut, 34 koperasi hadir langsung dalam forum RAK. Angka ini bukan sekadar statistik kehadiran. Ia menandai satu kesadaran kolektif bahwa gerakan koperasi kredit di bawah naungan Puskopdit Flores Mandiri sedang berada dalam fase genting, di satu sisi dituntut membenahi diri dari dalam, di sisi lain ditekan oleh perubahan regulasi dan tuntutan profesionalisme yang kian keras.
Rapat Anggota Khusus ini dengan tegas keluar dari pola rutinitas tahunan yang seremonial. Agenda RAK diarahkan pada keputusan-keputusan mendasar, pembahasan dan penetapan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta sejumlah Peraturan Khusus (Persus) Puskopdit Flores Mandiri, termasuk Persus tentang Penasehat Puskopdit Flores Mandiri. Seluruh agenda ini ditempatkan sebagai fondasi penguatan tata kelola dan penegasan arah gerakan ke depan.
Ketua Puskopdit: Tidak Ada Ruang untuk Jalan di Tempat
Ketua Puskopdit Flores Mandiri, Elias Cima, dalam sambutan pembukaan menyampaikan pesan yang lugas dan tanpa basa-basi. Gerakan koperasi kredit, menurutnya, tidak lagi memiliki kemewahan untuk berjalan di tempat.
“Koperasi kredit harus berani membaca tanda-tanda zaman dan meresponsnya dengan perubahan nyata,” tegas Elias Cima di hadapan peserta RAK.
Ia mengaitkan situasi ini dengan hasil Rapat Anggota Khusus Gerakan Koperasi Kredit Indonesia yang digelar di Surabaya beberapa waktu lalu. Dalam forum nasional tersebut, gerakan koperasi kredit Indonesia membedah ulang banyak hal mendasar, revisi Anggaran Rumah Tangga, penajaman visi dan misi, serta penguatan rencana strategis gerakan.
“Isu-isu utama yang dibahas adalah revitalisasi ideologi koperasi kredit, perbaikan metodologi pendidikan, dan penguatan rencana strategis agar benar-benar menjadi kompas perjalanan anggota dan lembaga secara bersama-sama,” ujar Elias Cima.
Menurutnya, semua pembahasan itu berangkat dari satu kesimpulan yang sama, gerakan koperasi kredit sedang diuji oleh zaman. Tekanan regulasi tidak lagi bisa disikapi dengan cara-cara lama, sementara perubahan lingkungan eksternal menuntut gerakan yang lebih adaptif dan disiplin.
Tahun 2026: Waktu untuk Serius Berbenah
Elias Cima menyebut tahun 2026 sebagai fase penting bagi Puskopdit Flores Mandiri dan seluruh koperasi primer di bawah naungannya. Tahun ini dipandang sebagai momentum mematangkan rencana besar menuju koperasi kredit yang ideal, bukan ideal versi slogan, tetapi ideal dalam tata kelola dan praksis.
Sejumlah variabel strategis telah diputuskan dan disepakati bersama. Namun Elias mengingatkan, variabel tersebut tidak boleh direduksi menjadi sekadar target angka, baik kuantitatif maupun kualitatif.
“Ini bukan soal angka di laporan. Ini soal komitmen untuk berbenah. Kita tidak boleh berjalan di tempat, dan kita tidak boleh lagi tawar-menawar apakah mau dijalankan atau tidak,” tegasnya.
Ia menyebut, seluruh koperasi primer kini berada di titik penentuan sikap dalam gerakan. “Sudah tiba waktunya kita jujur pada diri sendiri, mau sungguh-sungguh berada dalam gerakan, atau memilih jalan sendiri,” kata Elias.
“Berubah atau Punah”. Pesan yang Tidak Bisa Ditawar
Bagian paling keras dari sambutan Elias Cima hadir ketika ia berbicara tentang masa depan gerakan koperasi kredit di tengah hantaman regulasi. “Tidak ada yang mustahil kalau kita bergerak bersama. Yang mustahil adalah berubah kalau kita terus larut dalam nostalgia dan lupa untuk berbenah,” ujarnya.
Menurut Elias, regulasi bukan alasan untuk mengeluh, melainkan alarm keras agar gerakan segera bertransformasi. “Hantaman regulasi akan terus memacu kita untuk berubah. Kalau tidak, kita akan punah,” tegasnya. Ia merumuskan pilihan gerakan secara gamblang dan tanpa ruang abu-abu. “Hanya ada dua kata dalam gerakan ini, berubah atau punah.”
Elias menekankan bahwa perubahan yang dimaksud bukan retorika. Perubahan harus menyentuh seluruh tubuh gerakan, pengurus yang berani bertransformasi, manajemen yang profesional, dan anggota yang sadar peran serta tanggung jawabnya.
ART, Persus, dan Penegasan Arah Gerakan
Rapat Anggota Khusus ini kemudian membahas dan menetapkan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta sejumlah Peraturan Khusus (Persus) Puskopdit Flores Mandiri. Selain Persus teknis kelembagaan, forum ini juga menetapkan Persus Penasehat Puskopdit Flores Mandiri sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi dan peran pendampingan strategis.
ART dan Persus tersebut diposisikan bukan sebagai dokumen administratif belaka, melainkan sebagai kompas arah gerakan, pedoman bersama dalam penataan kelembagaan, penguatan tata kelola, dan penuntasan agenda pengembangan koperasi kredit di bawah naungan Puskopdit Flores Mandiri.
Forum berlangsung dinamis. Berbagai pandangan, masukan, dan perbedaan pendapat muncul dari koperasi-koperasi primer yang hadir. Perbedaan itu tidak ditutup-tutupi, melainkan dikelola sebagai bagian dari proses pendewasaan gerakan.
Di Titik Balik Sejarah Gerakan
Rapat Anggota Khusus Puskopdit Flores Mandiri ini menegaskan satu kenyataan, gerakan koperasi kredit di Flores bagian tengah sedang berada di titik balik sejarahnya. Tekanan regulasi, tuntutan profesionalisme, dan kebutuhan penguatan ideologi tidak lagi bisa ditunda atau dihindari.
Dari Ende, forum ini mengirimkan pesan yang tegas dan terbuka, koperasi kredit tidak boleh berhenti bergerak. RAK ini menjadi momentum konsolidasi untuk memastikan bahwa keputusan-keputusan strategis yang diambil tidak berhenti sebagai arsip rapat, tetapi diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan.
Apakah perubahan itu akan sungguh dijalankan secara konsisten, waktu yang akan membuktikan. Namun satu hal telah dinyatakan tanpa ragu, gerakan koperasi kredit di bawah Puskopdit Flores Mandiri dihadapkan pada satu pilihan, berubah, atau bersiap menghadapi kepunahan. (AL/Irminus Deni)
