Deker Kali Mati Dowo Witu Dibangun Swadaya, Pastor dan Warga Ambil Peran di Tengah Penantian Program Pemerintah
Atalomba.com | Mauara, Witurombaua — Penantian panjang warga Mauara dan sekitarnya terhadap penanganan Kali Mati Dowo Witu akhirnya dijawab dengan aksi nyata. Kamis (12/12/2025), pembangunan deker di titik rawan banjir tersebut mulai dilakukan secara swadaya dan gotong royong, diprakarsai oleh Gereja bersama masyarakat dan tokoh adat setempat.
Dalam kondisi normal, Dowo Witu tampak kering dan tak berbahaya. Namun setiap hujan lebat turun di wilayah hulu, kali mati ini berubah menjadi aliran deras yang meluap ke badan jalan. Akibatnya, jalur penghubung Ende–Maunori–Bengga–Romba–Mauara menuju Maunori–Raja–Bajawa–Mbay kerap terputus, menghambat mobilitas warga dan distribusi barang.
Masalah Lama yang Berulang
Warga menyebut kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Setiap musim hujan, kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa berhenti atau memutar arah. Tidak sedikit pengendara yang memilih menunggu air surut karena khawatir terseret arus.
Menurut warga, lokasi ini sudah berulang kali diusulkan dalam Musrenbang Desa dan Musrenbang Kecamatan agar dibangun deker permanen. Namun hingga kini, penanganan belum terealisasi melalui program pemerintah. “Kalau hujan deras di hulu, air pasti meluap. Jalan ini langsung tidak bisa dilewati,” ujar seorang warga kepada Atalomba.com.
Inisiatif Pastoral
Wakil Ketua Lingkungan Roh Kudus Mauara ibu Hildagardis astati, kepada Atalomba.com mengatakan, bahwa Pembangunan deker ini diprakarsai oleh Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, RD. Inosensius Dura, saat melakukan pelayanan pastoral di Lingkungan Roh Kudus Mauara. Melihat langsung dampak luapan kali terhadap kehidupan umat, pastor mendorong agar dilakukan langkah konkret demi keselamatan bersama.
Inisiatif tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Ketua Lingkungan Roh Kudus Mauara, Didimus Wawo, bersama umat empat KUB dan tokoh masyarakat setempat. Mereka sepakat memulai pembangunan secara swadaya, tanpa menunggu kepastian program pemerintah.
Kerja Bakti Melibatkan Banyak Unsur
Pantauan langsung Atalomba.com, kerja bakti dimulai sejak pukul 09.00 WITA dan melibatkan ratusan orang. Sejumlah unsur yang hadir dan terlibat langsung antara lain, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, RD. Inosensius Dura, Kapospol Keo Tengah, Kepala Desa Witurombaua, Laurensius Paji, bersama perangkat desa, Ketua DPP Bidang Pewartaan Paroki HKYM, Andreas Bheda, Ketua Lingkungan Roh Kudus Mauara, Didimus Wawo, Tokoh adat (Mosalaki) dan tokoh masyarakat, Bapak Yoesph Gore dan Umat dari empat KUB Lingkungan Mauara, Desa Persiapan Kota Witurombaua Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa persoalan Dowo Witu dipandang sebagai masalah bersama yang membutuhkan keterlibatan lintas peran.
Swadaya dan Transparansi
Material pembangunan diperoleh dari sumbangan masyarakat berupa semen, pasir, batu, serta dukungan dana seikhlasnya. Selain itu, tenaga kerja sepenuhnya berasal dari warga yang terlibat tanpa imbalan. Ketua Lingkungan Roh Kudus Mauara, Didimus Wawo menyampaikan bahwa seluruh bantuan, baik barang maupun uang, dicatat secara terbuka dan akan dipertanggungjawabkan kepada umat.
Harapan ke Pemerintah
Ketua Rumpun Pewartaan DPP Paroki Hati Kudus Yesus Maunori Andreas Bheda kepada atalomba.com dilokasi kerja mengatakan. Meski pembangunan deker telah dimulai secara swadaya, warga berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan infrastruktur di wilayah tersebut. Dowo Witu dinilai sebagai titik strategis yang berdampak langsung pada keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Kerja bakti ini untuk menjawab kebutuhan mendesak. Ke depan, kami tetap berharap ada penanganan permanen dari pemerintah,” ujar salah satu tokoh masyarakat di lokasi.
Menunggu Keberlanjutan
Sementara itu Tokoh Masyaraka Mauara, Yoseph Gore menambahkan bahwa, pembangunan deker di Kali Mati Dowo Witu menjadi contoh bagaimana inisiatif lokal mampu menjawab persoalan darurat. Namun Ia menegaskan bahwa gotong royong tidak seharusnya menjadi satu-satunya solusi untuk masalah infrastruktur publik.
Masyarakat Mauara berharap, apa yang mereka lakukan hari ini dapat menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Nagekeo, agar penanganan infrastruktur ke depan tidak lagi bergantung pada kondisi darurat atau swadaya semata.
Atalomba.com | Laporan Langsung
(Irminus Deni)

