Bajak Laut FC Raih Juara 3 ETMC 2025 Usai Kalahkan Persada SBD 1–0 di Ende
Tim Baru dari Labuan Bajo Guncang ETMC 2025, Rebut Posisi Ketiga Lewat Gol Penalti Kapten Yoris Nono
Ende, Atalomba.com — Bajak Laut FC resmi mencatat sejarah baru di Stadion Marilonga, Ende. Dalam laga perebutan tempat ketiga ETMC ke-34, Kamis (4/12/2025), tim debutan asal Labuan Bajo itu menumbangkan Persada SBD dengan skor tipis 1–0 lewat gol penalti sang kapten, Yohanes Kristofirus Nono, yang akrab disapa Yoris Nono.
Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Persada SBD menampilkan permainan agresif dan terstruktur, sementara Bajak Laut FC tampil penuh determinasi dengan pressing cepat. Laga berlangsung seimbang hingga babak kedua, ketika drama besar akhirnya muncul.
Bajak Laut FC mendapatkan hadiah penalti setelah salah satu pemain mereka dijatuhkan di kotak terlarang oleh sang penjaga gawang Persada SBD. Kapten Yoris Nono maju sebagai eksekutor. Dengan ketenangan seorang pemimpin, ia melepaskan tembakan keras dan terukur ke sudut kiri gawang, membuat kiper Persada tak berkutik. Skor berubah menjadi 1–0, sekaligus menjadi gol penentu kemenangan.
Setelah tertinggal, Persada SBD menggempur pertahanan Bajak Laut FC. Namun kekompakan lini belakang Bajak Laut mampu meredam segala serangan hingga peluit panjang berbunyi. Persada SBD harus puas menempati posisi keempat, meski tetap dianggap sebagai salah satu tim dengan performa paling stabil pada ETMC tahun ini.
Kemenangan ini menandai pencapaian luar biasa bagi Bajak Laut FC. Datang sebagai tim baru tanpa sejarah panjang di ETMC, mereka justru berhasil menembus semifinal dan pulang membawa medali perunggu.
Banyak yang meremehkan, tetapi Bajak Laut FC membuktikan bahwa mental juara tidak ditentukan oleh usia klub, melainkan oleh keberanian, kerja keras, dan karakter. Mereka bermain tanpa takut, menantang tim-tim mapan, dan menunjukkan bahwa sepak bola NTT sedang kedatangan kekuatan baru.
Meski kalah, Persada SBD tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan. Mereka tampil disiplin dan berbahaya sepanjang turnamen, namun harus mengakui keunggulan Bajak Laut FC di laga ini. Kekalahan tipis 0–1 bukanlah kemunduran. Melainkan modal berharga menuju ETMC selanjutnya.
Nama Yoris Nono kini mencatatkan dirinya di buku sejarah ETMC. Eksekusinya dari titik penalti bukan hanya menentukan kemenangan, tetapi juga membuktikan kepemimpinannya sebagai kapten yang berani mengambil tanggung jawab pada saat yang paling krusial. Penalti itu bukan sekadar gol, melainkan simbol dari lahirnya era baru Bajak Laut FC.
Dengan penampilan impresif sepanjang turnamen, Bajak Laut FC dan Persada SBD dipastikan akan menjadi dua nama yang sangat diperhitungkan di ETMC ke-35 yang akan digelar di Larantuka, Flores Timur.
Mereka bukan lagi tim yang hanya datang untuk berpartisipasi. Mereka adalah kompetitor sejati. Mereka telah menunjukkan karakter, kualitas, dan mental yang membuat mereka pantas disebut sebagai ancaman bagi tim-tim besar lainnya. Di Larantuka nanti, siapapun yang meremehkan mereka bisa menyesal.
Dengan hasil ini, Bajak Laut FC menutup perjalanan debutnya sebagai juara tiga ETMC 2025, sementara Persada SBD membawa pulang kehormatan sebagai salah satu penantang terkuat EL Tari Memorial Cup tahun ini.
Kisah keduanya menandai bahwa sepak bola NTT sedang memasuki era baru, era di mana tim-tim muda berbakat mulai mengambil panggung utama. Dan satu hal kini jelas, Bajak Laut FC dan Persada SBD adalah masa depan sepak bola NTT. (AL/Irminus Deni)

