OMK AERAMO PEZIARAH PENGHARAPAN DI KOBAROSA

Keborosa Aeramo, 10 Juli 2025 Atalomba.com. Angin laut dari pantai utara Marapokot berhembus lembut menyapa hamparan sawah hijau yang mengelilingi Stasi Kobarosa, sebuah tempat yang selama ini dikenal sunyi, kini berubah menjadi titik berkumpulnya ratusan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Aeramo. Dengan wajah berseri, semangat yang menyala, dan kaki-kaki yang tak kenal lelah, mereka datang untuk satu tujuan mulia, menjadi peziarah pengharapan.
Tema Aeramo Youth Day tahun ini “OMK Peziarah Pengharapan: Muda dan Militan, Merawat Iman, Merawat Bumi” tema ini bukan sekadar slogan. Ia menjadi napas yang menghidupkan setiap langkah, setiap perjumpaan, dan setiap kegiatan. Hari pertama ini dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang penuh khidmat, dipimpin oleh RP. Bertholomeus Didit Tri Hariyadi, OFM, yang juga adalah Pastor Vikaris Paroki Aeramo sekaligus Pastor Moderator OMK. Dalam homilinya, Pastor Didit mengajak semua OMK untuk tidak menjadi generasi yang tenggelam dalam kenyamanan, tapi justru menjadi mereka yang militan teguh dalam iman dan berani melindungi ciptaan Tuhan.
“Jangan takut menjadi OMK yang berbeda. Bukan yang sibuk pamer gaya hidup, tapi sibuk menanam pengharapan. Di tengah dunia yang penuh luka, kita harus jadi pelita,” tegas Pastor Didit.
Rombongan OMK disambut secara adat oleh tuan rumah, Stasi Kobarosa, dengan tarian yang menyala. Kobarosa sendiri adalah tempat yang unik. Ia terletak di antara sawah-sawah subur dan laut biru utara Marapokot, sebuah wilayah yang kaya, tetapi juga rawan jika tidak dirawat. Menjadikan tempat ini sebagai tuan rumah adalah simbol kuat, harapan ekologis dan iman tumbuh dari akar yang sederhana.

Ketua OMK Paroki Aeramo, Yohanes Meze, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Aeramo Youth Day sudah menjadi tradisi tahunan yang bukan hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan perjuangan orang muda.
“Kegiatan ini sudah tiga kali kita lakukan. Tahun pertama di Tonggorambang, lalu Marapokot, dan sekarang di Kobarosa. Tahun depan, kita akan sambut acara puncaknya di stasi pusat Paroki Aeramo. Tapi yang paling penting bukan tempatnya, melainkan semangat kita yang terus menyala dari stasi ke stasi,” ujar Yohanes penuh antusias.
Setelah pembukaan, hari pertama dilanjutkan dengan berbagai kegiatan dinamis dan reflektif. Lapangan sederhana di pinggir sawah berubah menjadi arena pertandingan futsal, voli, dan lomba-lomba kecil antar stasi. Bukan sekadar adu kuat atau cepat, tetapi sebuah ruang perjumpaan, membangun tawa dan semangat kebersamaan. Di sisi lain, kelompok-kelompok kecil berkumpul dalam pendalaman iman merenungkan peran OMK di tengah krisis zaman, berbagi cerita perjuangan hidup, dan meneguhkan panggilan sebagai penjaga nilai-nilai Injil dan penjaga bumi.
Namun, bagian paling menyentuh adalah saat para OMK diajak untuk aksi nyata peduli lingkungan, pengkokeran dan pembibitan mangrove. Di pinggir lahan yang mulai mengering karena intrusi air laut, ratusan bibit mangrove disiapkan oleh tangan-tangan muda.
“Kami tanam bibit ini agar bisa kita bawa ke pesisir dan hutan lindung. Bumi ini tidak bisa sembuh hanya dengan doa, dia butuh tindakan,” ucap salah seorang, OMK dari Stasi Tonggorambang yang tidak mau menyebutkan namanya.
Bagi OMK, merawat bumi bukan proyek instan, tetapi ziarah panjang. Mereka sadar bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil dari menanam satu pohon, dari membersihkan satu sampah, dari menolak satu proyek yang merusak. Mereka tahu bahwa iman tidak bisa hanya hidup di altar gereja, tetapi harus menjejak di lumpur sawah, di akar-akar mangrove, di pasir pantai, di tiap napas yang kita hirup.
setelah kegiatan Aeramo Youth Day selesai pada hari minggu 14 Juli nanti, semua OMK Paroki Aeramo akan melakukan kirab salib. Salib OMK simbol iman dan pengharapan diarak dengan nyala lilin dari tangan ke tangan, dari stasi ke stasi. Salib ini akan terus dibawa mengelilingi paroki, sampai akhirnya berpuncak dalam Mbay Youth Day di Paroki Maunori, sebagai simbol perziarahan orang muda yang tak berhenti menyala.
SUARA DARI KOBAROSA: “KAMI TIDAK DIAM”
Di akhir kegiatan hari pertama, satu suara menggema dari Kobarosa:
“Kami bukan generasi yang diam. Kami generasi yang percaya bahwa bumi bisa diselamatkan, bahwa iman bisa dikuatkan, dan bahwa dunia masih punya harapan.”
Aeramo Youth Day hari pertama telah usai. Tapi semangatnya belum selesai. Ia akan terus tumbuh dari sawah-sawah yang subur, dari mangrove-mangrove yang ditanam, dari nyanyian dan doa orang muda, dari salib yang terus diarak.nDan dari Keborosa, kita belajar bahwa harapan bisa tumbuh dari tempat yang paling sederhana, selama ada orang muda yang mau berjalan bersama. (AL/Irminus Deni)
