Devosi Maria: Umat Paroki Hati Kudus Yesus Maunori Bersatu dalam Perarakan Iman

Maunori, Atalomba.com – Dalam rangka merayakan bulan Maria yang jatuh pada bulan Mei, umat Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Maunori menggelar perarakan patung Bunda Maria secara besar-besaran. Kegiatan ini melibatkan seluruh umat dari berbagai stasi, lingkungan dan KUB, sebagai bentuk devosi dan penghormatan kepada Bunda Maria, Bunda Gereja.
Perarakan tahun ini dibagi ke dalam dua rute utama yang mewakili dua wilayah besar dalam paroki. Wilayah Strum Timur memulai perarakan dari Stasi Bengga, sedangkan Wilayah Utara memulai dari Lingkungan Nuasele. Keduanya berada di wilayah administratif Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Umat dari setiap stasi dan lingkungan berkumpul di titik start masing-masing, sesuai jadwal yang telah ditentukan dan mengarak patung Bunda Maria sambil berdoa Rosario dan melantunkan lagu-lagu Maria dengan penuh penghayatan.
Perarakan ini dirancang untuk membangun semangat ziarah batin bagi umat, dengan titik akhir perarakan adalah Pusat Paroki Hati Kudus Yesus Maunori. Di tempat ini, seluruh umat dari dua wilayah akan bertemu dan melanjutkan rangkaian devosi bersama.

Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, RD Emanuel Inosensius Dura, kepada Atalomba.com melalui sambungan seluler, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas tradisi, tetapi merupakan bagian penting dari pembinaan iman umat. “Perarakan patung Bunda Maria ini menjadi momen untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan antar umat, dan meneguhkan kembali peran Maria sebagai teladan iman dan pengantara doa bagi umat beriman,” ujar Rm. Ino, Sapaan akrab umat Paroki Hati Kudus Yesus Maunori.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan umat dari berbagai wilayah menunjukkan semangat kekatolikan yang hidup dan dinamis. “Kita bersyukur karena umat dengan sukarela dan penuh semangat berjalan bersama, mendoakan seluruh intensi pribadi, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat. Ini menjadi bukti nyata bahwa devosi kepada Bunda Maria masih sangat kuat di tengah umat,” lanjutnya.
Kegiatan perarakan ini akan berlangsung selama beberapa hari sesuai dengan rute dan jadwal di masing-masing wilayah, dan akan mencapai puncaknya pada tanggal 31 Mei 2025. Pada hari itu, seluruh umat Paroki Hati Kudus Yesus Maunori akan mengikuti Misa Penutupan Bulan Maria yang digelar secara meriah dan khidmat di Gereja Pusat Paroki Maunori.
Misa penutupan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan bulan Maria dan juga sebagai ungkapan syukur atas perlindungan dan penyertaan Bunda Maria dalam kehidupan umat beriman. Kegiatan ini merupakan bagian dari kehidupan iman umat di bawah naungan Kevikepan Mbay, Keuskupan Agung Ende.
Dengan penuh sukacita, umat Paroki Maunori terus melestarikan semangat devosi kepada Bunda Maria, seraya berharap agar kegiatan ini menumbuhkan semangat pelayanan, cinta kasih, dan iman yang mendalam dalam kehidupan setiap umat. (AL/Irminus Deni)
